Warta Desa, “Rumah Baru” Penggiat Media Komunitas di Pekalongan

Oleh : Buono Penggiat Media Komunitas di Pekalongan Wadah untuk menyuarakan aspirasi bagi warga Pekalongan masih minim. Minat warga untuk menceritakan apa yang terjadi di lingkungan sekitar juga masih rendah. Pun, ketika warga menyampaikan uneg-uneg mereka di koran maupun di website resmi Kabupaten Pekalongan, lebih banyak yang tidak ditanggapi daripada yang diselesaikan. Berawal dari kondisi[…]

Merintis Kajian Media Komunitas di Indonesia

Oleh : Ibnu Hajjar* “Sulit sekali mendapat literatur tentang media-media komunitas di Indonesia. Padahal, literatur tentang media komunitas di negara-negara lain sudah sangat banyak.”(Idha Saraswati) Langkanya literatur tentang media komunitas di Indonesia di atas menjadi pendorong Idha untuk menggarap buku tentang studi kasus lima media komunitas dari beberapa daerah di Indonesia. Selain Idha, ada tiga[…]

Tugas Ganda Penggiat Media Komunitas

Oleh : Ahmad Rofahan* Dulu, saat baru berkecimpung di media komunitas, tantangan terberat adalah, bagaimana bisa memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat. Selain itu, bagaimana memenuhi informasi masyarakat dan bagaimana agar masyarakat tidak hanya bergantung pada media arus utama juga menjadi tantangan yang berat. Poin terakhir memang menjadi sebuah tantangan yang cukup berat dirasakan oleh[…]

Media Komunitas di Australia : Mendorong Keragaman dan Kerukunan melalui Media Komunitas

Oleh : D. Kristina Bastaja Volunteer Scoope Global Australia di CRI Semangat media komunitas adalah media untuk dan oleh warga. Media komunitas di Australia dianggap sebagai salah satu contoh paling sukses media akar rumput di dunia. Ada lebih dari 500 layanan yang dimiliki media-media komunitas di Australia. Layanan-layanan itu disediakan oleh 444 organisasi independen milik[…]

Kelola Sampah Wisata, Cegah Kerusakan Lingkungan

Oleh : Apriliana Susanti Staf Publikasi CRI Di balik keindahan setiap destinasi wisata, ada jejak muram bagi lingkungan sekitarnya, yakni sampah. Sampah yang menjadi salah satu permasalahan terbesar dalam setiap kegiatan pariwisata belum menjadi perhatian mayoritas pengelola wisata di Indonesia saat ini. Pengelola wisata lebih berfokus pada bagaimana mendatangkan sebanyak-banyaknya wisatawan untuk mengejar hasil ekonomi[…]

Pariwisata Berbasis Masyarakat di Nglanggeran : Pemberdayaan Warga untuk Pariwisata yang Berkelanjutan

Oleh : Apriliana Susanti Staf Publikasi CRI Lebih dari 600 warga Desa Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul DI Yogyakarta berkumpul di lapangan desa pada Sabtu siang yang terik,(17/9). Dalam balutan kebaya, surjan, dan kostum tradisional beraneka warna, mereka menyemarakkan kirab tahunan dalam rangkaian ritual bersih desa atau rasulan. Mulai dari anak-anak hingga para orang tua berpartisipasi dalam[…]

Festival Wai Humba : Parade Komunitas Lokal Tolak Tambang!

Oleh: Andrew Dananjaya Festival Wai Humba merupakan aksi budaya komunitas lokal untuk menolak masuknya korporasi pertambangan ke tanah Sumba. Digagas oleh kolaborasi kerja organisasi masyarakat sipil (Yayasan Sosial Donders, Satu Visi, Satunama, dan Komnas HAM),  festival ini dihadiri sekitar 300 orang dari berbagai desa di Sumba Barat Daya, Tengah, Barat hingga Timur. CRI turut hadir[…]

Desaku yang Subur, Desaku yang Terlupakan

Oleh: Rahma Maliana * Tanah bertuah negeri beradat.  Itulah slogan dari Kabupaten Serdang Bedagai, sebuah kabupaten  di Provinsi Sumatera Utara. Meski menjadi penghasil padi dan kaya akan wisata pantai,  tidak serta merta menjadikan desa-desa di kabupaten ini dilirik pemerintah. Cinta Air adalah salah satu desa di Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai. Kontras dengan namanya, Desa Cinta[…]

Rumah Baca Komunitas, Gebrakan Pemuda untuk Anak Jalanan

Oleh: Angela Shinta Dara Puspita Minggu pagi yang cerah di sudut trotoar Alun-alun Kidul Yogyakarta. Saat itu bulan November 2015. Sekelompok pemuda, beberapa tukang becak, dan anak-anak jalanan mengerumuni lapak  sederhana dengan beragam buku bacaan tergelar di atas tikar. Sudah dua tahun ini, Alun-Alun Kidul menjadi ruang publik untuk menginisiasi perpustakaan anak jalanan. Setiap Minggu[…]

Grabag TV, Getaran Lembut dari Grabag untuk Seluruh Dunia

Oleh: Natma S* Berawal dari Blank Spot Berada di wilayah “blank spot” alias tidak terjangkau siaran televisi, tidak lantas membuat warga Grabag menjadi kurang pergaulan ataupun gagap teknologi (gaptek). Sebaliknya, keterbatasan itu menjadi kekuatan besar yang kemudian menjadikan warganya kreatif membuat siaran televisi sendiri. Grabag adalah sebuah kota kecamatan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Alamnya[…]

Dlingo Berdaya dengan Sistem Informasi Desa

Oleh : Apriliana Susanti Siapa sangka, desa terpencil di pegunungan karst yang jauh dari pusat Kota Yogyakarta ini telah mendunia di jagat maya. Terhubung dengan jaringan internet, desa ini mengelola Sistem Informasi Desa (SID) untuk memperkenalkan potensi desanya ke seluruh dunia. “Tinggal ketik nama DLINGO, maka portal desa kami akan ada di barisan pertama mesin[…]

Penguatan Kapasitas Perajin Tenun di Sumba Barat Daya: Berbagi Wawasan Komunitas lewat Selembar Papan Kertas

Oleh : Apriliana Susanti Bentuknya memang sederhana, hanya lembaran kertas yang ditempelkan di dinding anyaman bambu rumah pertemuan bergaya menara khas Sumba. Namun, justru dari lembaran kertas sederhana itulah, semua  informasi penting terdokumentasi, mulai dari seputar tenun hingga topik keseharian di masyarakat. Lembaran kertas dengan tulisan tangan itu bertransformasi menjadi media berbagi informasi dari, oleh[…]