Jurnalisme Warga dan Hak untuk Tahu

Pada 26-28 September 2002, sebuah pertemuan bertajuk Konferensi Litigasi Kebebasan Informasi diselenggarakan di Sofia, Bulgaria. Hari terakhir pertemuan tersebut—28 September—dideklarasikan sebagai Hari Hak untuk Tahu (International Right To Know Day). Kala itu perwakilan organisasi Kebebasan Informasi (Freedom of Information/FOI) dari 15 negara—Albania, Armenia, Bosnia dan Herzegovina, Bulgaria, Georgia, Hungaria, India, Latvia, Makedonia, Meksiko, Moldova, Rumania,[…]

Mendudukkan Media Komunitas dalam Perang Melawan Hoaks

Oleh : Ferdhi F. Putra* Hoaks tetiba menjadi kosakata yang begitu populer belakangan. Ia menjadi perhatian banyak pihak, dari masyarakat kalangan bawah, hingga para pemangku kebijakan. Hoaks alias kabar bohong memang bukan fenomena baru. Namun, perkembangan teknologi dan media sosial membuat peredaran hoaks kian liar. Bagi banyak orang, hoaks jelas mengganggu. Tapi bagi segelintir pihak,[…]

Menanti Komitmen Dewan Pers terhadap Media Komunitas

Oleh : Ibnu Hajjar Al-Asqolani* Menanti Komitmen Dewan Pers terhadap Media Komunitas Pada 2015 lalu, laman merdeka.com melaporkan bahwa, sebanyak 220 kepala desa di Blitar menolak wawancara dari wartawan yang belum mengantongi sertifikat dari Dewan Pers. Berbekal Peraturan Dewan Pers No 1 Tahun 2010, penolakan wawancara dari wartawan tanpa sertifikat uji kompetensi dari Dewan Pers[…]

“Percayalah…Media Komunitas adalah Media Kita”

Media Komunitas Bergerak Melawan Hoax Baris pertama dari judul di atas diinspirasi dari artikel Trust Me, I Am Your News Channel: Media Credibility Across News Platforms in the United States and South Korea karya Choi, Axelrod dan Kim. Walau hoax bukan persoalan baru, saat ini hoax dirasakan sangat mengkhawatirkan di Indonesia. Sebabnya, hoax cenderung digunakan[…]

Perlindungan Data Pribadi di Indonesia

Oleh : Maryani Staf Knowledge Management Combine Resource Institution Ilmu pengetahuan dan teknologi serta kekuatan media berkembang sangat pesat. Perkembangan tersebut membuat orang dapat mengakses informasi dengan mudah dan cepat. Namun, keleluasaan akses itu juga membuka peluang pelanggaran terhadap data pribadi seseorang. Penggunaan teknologi yang berpotensi melanggar privasi pengguna antara lain mendaftar untuk layanan internet,[…]

Pariwisata Berbasis Masyarakat yang Berkelanjutan : Pariwisata oleh, dari dan untuk Masyarakat

Oleh : Prof. Dr. M. Baiquni, M.A. * Ketua Magister dan Doktor Pariwisata, Sekolah  Pascasarjana Universitas Gadjah Mada infografis-halaman-14 Community Bassed Tourism (CBT) adalah bentuk pariwisata berbasis masyarakat yang kini marak berkembang di Yogyakarta, Bali dan destinasi pariwisata lainnya. Pariwisata berbasis masyarakat ini tak lepas dari dinamika dasar basis masyarakat yang kohesif dan memiliki struktur[…]

Jurnalisme Data dan ‘Big Data’

Oleh : Aditya Rizki Yudiantika – Pindai.org Terkadang data kuantitatif tidak menghasilkan argumen yang menarik. Ia membutuhkan alur cerita. DALAM satu diskusi tentang “jurnalisme (dan) data” beberapa waktu lalu, rekan saya, Wisnu Prasetya Utomo, melemparkan dua poin pertanyaan sebelum mengakhiri sesinya: Apakah jurnalisme data adalah istilah yang dibuat-buat padahal jurnalisme itu memang seharusnya berdasarkan pada[…]

Bencana dan Dilema Anggaran

Oleh: Eko Yulianto* Meski secara umum ada peningkatan kegiatan dan anggaran untuk penanggulangan bencana, pemerintah pusat dan daerah terlihat belum mampu melaksanakan penyelenggaraan penanggulangan bencana dengan baik. Jumlah korban dan kerugian bencana terus meningkat dari tahun ke tahun, tetapi kesiap-siagaan belum menunjukkan perbaikan (Kompas, 13-15 Juni 2016). Di Indonesia, sumber ancaman bencana tersebar merata, seperti[…]

Pancasila dan Desa

Oleh : Ahmad Erani Yustika* Desa telah menjadi altar baru dalam gempita pembangunan nasional. Seusai aneka percobaan pembangunan dijalankan dengan hasil yang sebagian mengecewakan, muncul hasrat baru dengan meletakkan desa sebagai sumbu pembangunan. Namun, di sini muncul pertanyaan kritis: jika desa ditunjuk sebagai titik tumpu pembangunan, apakah desa menjadi sekadar lokus pembangunan ataukah filosofi dan[…]

Peran Strategis Media Komunitas Membangun Desa Wisata

Oleh: Destha Titi Raharjana, S.Sos.M.Si* Dukungan dan pelibatan masyarakat dalam sistem pariwisata sangatlah diperlukan. Sebagai bagian tak terpisahkan dari destinasi, masyarakat perlu diajak, didengar, serta dilibatkan, termasuk saat hendak merintis desa wisata.  Hadirnya program pemberdayaan masyarakat disektor pariwisata lewat desa-desa wisata harus menjadi bukti bila suara akar rumput serta pelibatan komunitas dalam menentukan bentuk pariwisatanya[…]

Ketika Masalah Tebang Butuh Selesai oleh Komunitas

Oleh: Dwi Nugroho, S.Hut * Walaupun telah diyakini masyarakat telah mengelola hutan secara lestari, banyak yang mengatakan bahwa bicara pengelolaan hutan rakyat sulit karena adanya tebang butuh. Berawal dari sebuah komunitas yang berkomitmen melakukan pengelolaan hutan rakyat lestari, ancaman tebang butuh dapat dikontrol sehingga hutan dapat lestari. Udara sejuk Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul[…]

Orientasi Media dalam MEA

Oleh : Idha Saraswati* PASAR tunggal Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) jika sesuai rencana,akan mulai diberlakukan pada akhir 2015. Pasar tunggal dan basis produksi ASEAN akan membuat arus barang, jasa, investasi, modal dan tenaga kerja terampil mengalir bebas di wilayah ASEAN. Termasuk di dalamnya adalah arus informasi yang diproduksi media di kawasan ini. Dalam konteks MEA,[…]