Edisi 68: Kita Berhak Tahu

Masih ingatkah Anda dengan dongeng tentang kura-kura yang cerewet? Alkisah pada suatu hari, seekor kura-kura yang banyak bicara bertemu dengan sekawanan burung. Benar saja, seperti nama julukannya, kura-kura itu segera mengajukan banyak pertanyaan kepada para burung. Ia bertanya: Dari mana mereka berasal? Bagaimana suasana di tempat-tempat yang mereka singgahi? Bagaimana rasanya terbang? Daripada kesulitan menjawab[…]

Edisi 67 : Media Komunitas Lawan Hoaks

Baru-baru ini, seorang jurnalis asal Amerika Serikat yang bertugas di China menuliskan refleksinya tentang dampak berita di laman www.theguardian.com. Sebagai jurnalis dengan wilayah liputan internasional, ia merasa tidak lagi merasakan dampak langsung dari hasil liputannya. Dampak liputan itu justru ia temukan dulu, saat ia yang masih berstatus mahasiswa magang di sebuah koran lokal berskala kecil[…]

Warta Desa, “Rumah Baru” Penggiat Media Komunitas di Pekalongan

Oleh : Buono Penggiat Media Komunitas di Pekalongan Wadah untuk menyuarakan aspirasi bagi warga Pekalongan masih minim. Minat warga untuk menceritakan apa yang terjadi di lingkungan sekitar juga masih rendah. Pun, ketika warga menyampaikan uneg-uneg mereka di koran maupun di website resmi Kabupaten Pekalongan, lebih banyak yang tidak ditanggapi daripada yang diselesaikan. Berawal dari kondisi[…]

Tugas Ganda Penggiat Media Komunitas

Oleh : Ahmad Rofahan* Dulu, saat baru berkecimpung di media komunitas, tantangan terberat adalah, bagaimana bisa memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat. Selain itu, bagaimana memenuhi informasi masyarakat dan bagaimana agar masyarakat tidak hanya bergantung pada media arus utama juga menjadi tantangan yang berat. Poin terakhir memang menjadi sebuah tantangan yang cukup berat dirasakan oleh[…]

“Percayalah…Media Komunitas adalah Media Kita”

Media Komunitas Bergerak Melawan Hoax Baris pertama dari judul di atas diinspirasi dari artikel Trust Me, I Am Your News Channel: Media Credibility Across News Platforms in the United States and South Korea karya Choi, Axelrod dan Kim. Walau hoax bukan persoalan baru, saat ini hoax dirasakan sangat mengkhawatirkan di Indonesia. Sebabnya, hoax cenderung digunakan[…]

Media Komunitas di Australia : Mendorong Keragaman dan Kerukunan melalui Media Komunitas

Oleh : D. Kristina Bastaja Volunteer Scoope Global Australia di CRI Semangat media komunitas adalah media untuk dan oleh warga. Media komunitas di Australia dianggap sebagai salah satu contoh paling sukses media akar rumput di dunia. Ada lebih dari 500 layanan yang dimiliki media-media komunitas di Australia. Layanan-layanan itu disediakan oleh 444 organisasi independen milik[…]

Porn(o) Tour: Sisi Lain Sebuah Perjalanan

Oleh : Aris Setyawan Etnomusikolog dan musikus. Pendiri dan pemimpin redaksi media seni dan budaya serunai.co Judul buku: Porn(o) Tour: Sisi Lain Sebuah Perjalanan Penulis: Nurdiyansah Dalidjo Penerbit: Metagraf (Tiga Serangkai) Tahun Terbit: 2015 Jumlah Halaman: 274 Hal Indonesia gemah ripah loh jinawi, indah tanpa cela. Demikian kiranya gambaran yang selalu dimunculkan oleh berbagai buku[…]

Edisi 66 : Dua Sisi Pariwisata Berbasis Komunitas

Beberapa bulan lalu, seorang warga Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat menulis status di media sosial. Dalam status itu, ia meratapi nasib sebagian besar warga Lombok yang menjadi penonton di tengah hiruk pikuk perkembangan pariwisata di pulau yang memiliki banyak pantai indah itu. Status itu dibagikan banyak orang, khususnya sesama warga Lombok. Di seberang barat Pulau[…]

Edisi 65 : Cerdas Kelola Informasi Desa Berbasis Kearifan Lokal

Awal Agustus 2016 saya bertemu Takashi Nakagawa, teman lama CRI dari Jepang yang sedang dalam program doktoral di Nanyang Technology University, Singapura. Takashi berkisah bahwa dia masih bertekun di bidang studi linguistik. Selama empat tahun terakhir dia meneliti Bahasa Sangihe, bahasa yang digunakan di kepulauan Sangihe Talaud di utara Sulawesi berbatasan dengan Filipina, untuk bahan[…]

Festival Wai Humba : Parade Komunitas Lokal Tolak Tambang!

Oleh: Andrew Dananjaya Festival Wai Humba merupakan aksi budaya komunitas lokal untuk menolak masuknya korporasi pertambangan ke tanah Sumba. Digagas oleh kolaborasi kerja organisasi masyarakat sipil (Yayasan Sosial Donders, Satu Visi, Satunama, dan Komnas HAM),  festival ini dihadiri sekitar 300 orang dari berbagai desa di Sumba Barat Daya, Tengah, Barat hingga Timur. CRI turut hadir[…]

Desaku yang Subur, Desaku yang Terlupakan

Oleh: Rahma Maliana * Tanah bertuah negeri beradat.  Itulah slogan dari Kabupaten Serdang Bedagai, sebuah kabupaten  di Provinsi Sumatera Utara. Meski menjadi penghasil padi dan kaya akan wisata pantai,  tidak serta merta menjadikan desa-desa di kabupaten ini dilirik pemerintah. Cinta Air adalah salah satu desa di Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai. Kontras dengan namanya, Desa Cinta[…]

Rumah Baca Komunitas, Gebrakan Pemuda untuk Anak Jalanan

Oleh: Angela Shinta Dara Puspita Minggu pagi yang cerah di sudut trotoar Alun-alun Kidul Yogyakarta. Saat itu bulan November 2015. Sekelompok pemuda, beberapa tukang becak, dan anak-anak jalanan mengerumuni lapak  sederhana dengan beragam buku bacaan tergelar di atas tikar. Sudah dua tahun ini, Alun-Alun Kidul menjadi ruang publik untuk menginisiasi perpustakaan anak jalanan. Setiap Minggu[…]