Satu Dasawarsa Radio Sunia Nawangi, Kalimantan Barat

P1040056-300x225Tak banyak radio komunitas yang tetap berjaya di udara selama satu darsawarsa. Radio Sunia Nawangi di Kalimatan Barat  membuktikan bahwa tata kelola yang baik merupakan kunci keberlanjutan sebuah media komunitas. 

Terletak di Desa Tunang, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, Radio Sunia Nawangi telah melayani komunitasnya sejak 25 november 2002. Mayoritas penduduk di Desa Tunang adalah masyarakat Dayak Kanayatn. Sunia Wangi sendiri adalah ungkapan dalam bahasa lokal yang berarti Selamat (Sunia) Membersihkan (Nawangi).  Adalah Bapak Abas, seorang tenaga medis, yang mulai merintis radio komunitas ini. “Saat itu ada seorang kawan yang tinggal di Bogor mempunyai pemancar radio sederhana. Radio itu hanya dikelola oleh keluarga dan siaran suka-suka hati dia. Tapi sangat ramai diminati oleh warga yang tinggal di satu gang. Saya pikir, radio semacam ini cukup efektif sebagai media kampung.” ungkap Bapak Abas yang sempat aktif membantu di media Kalimantan Review. Motivasinya untuk mendirikan radio komunitas lalu diutarakan ke Insititut Dayakologi. “Kawan di ID lalu bilang, boleh juga dicoba. Sejak saat itu saya minta teman untuk merakitkan pemancar radio untuk kita di sini dengan biaya sekitar 5 juta rupiah,” ujarnya.

Secara kelembagaan, Sunia Nawangi berada dalam payung organisasi perkumpulan. Setelah memiliki akta resmi, maka radio ini mulai bersiaran dengan program utama revitalisasi budaya dan adat dan pendidikan. Warga Kampung Tunang sangat antusias dengan keberadaan Radio Komunitas Sunia Nawangi, apalagi siaran disampaikan dengan bahasa lokal, yaitu Ahe. Kebetulan akses informasi bagi warga Kampung Tunang masih minim. Budaya membaca juga belum tumbuh sehingga radio merupakan media yang dianggap paling cocok untuk warga kampung.

sunianawangi6

Satu dasawarsa bukan waktu yang singkat untuk secara sukarela melayani masyarakat. Namun komitmen pengelola membuat warga sendiri tetap membutuhkan kehadiran Radio Komunitas Sunia Nawangi. “Masyarakat sangat bangga dengan radio ini,” ungkap Pak Yohanes. Dukungan komunitas inilah yang membuat Sunia Nawangi tetap bertahan. *** (Ade Tanesia)

Link Video Radio Sunia Nawangi di You Tube

Radio Sunia Nawangi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Protected with IP Blacklist CloudIP Blacklist Cloud